Struktur artikel ilmiah yang baik adalah fondasi utama sebuah publikasi yang berkualitas, terutama ketika mengikuti pedoman penulisan jurnal SINTA. Jurnal SINTA, yang mencakup berbagai tingkatan akreditasi dari SINTA 1 hingga SINTA 6, umumnya mengadopsi format IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) atau variasi serupa yang umum dalam penulisan ilmiah internasional. Pendahuluan (Introduction) berfungsi untuk memberikan latar belakang penelitian, menyatakan masalah, merumuskan tujuan, dan menjelaskan signifikansi studi. Bagian ini harus mampu menarik perhatian pembaca dan memberikan konteks yang jelas mengenai topik yang dibahas. Metode (Methods) menjelaskan secara rinci bagaimana penelitian dilakukan, termasuk desain penelitian, subjek penelitian, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data. Kejelasan pada bagian ini sangat krusial untuk memastikan reproduktifitas penelitian. Hasil (Results) menyajikan temuan penelitian secara objektif, seringkali menggunakan tabel, gambar, atau grafik untuk memvisualisasikan data. Bagian ini berfokus pada apa yang ditemukan tanpa interpretasi mendalam.
Diskusi (Discussion) menginterpretasikan hasil penelitian, menghubungkannya dengan teori yang ada, membahas implikasi temuan, serta mengidentifikasi keterbatasan studi dan saran untuk penelitian selanjutnya. Struktur ini memastikan alur logika yang runtut dan koheren, memudahkan pembaca untuk memahami seluruh proses dan kontribusi penelitian Anda. Selain itu, beberapa jurnal mungkin meminta bagian tambahan seperti tinjauan pustaka yang terintegrasi dalam pendahuluan atau sebagai bagian terpisah, serta kesimpulan yang merangkum temuan utama dan implikasinya. Mematuhi struktur ini secara ketat adalah langkah awal yang krusial sebelum memikirkan detail format lainnya.
Penulisan Abstrak dan Kata Kunci yang Efektif
Abstrak merupakan ringkasan padat dari seluruh isi artikel ilmiah, yang seringkali menjadi bagian pertama yang dibaca oleh calon pembaca. Oleh karena itu, penulisan abstrak yang efektif sangatlah vital untuk menarik minat pembaca agar melanjutkan ke bagian isi. Abstrak yang baik harus mencakup elemen-elemen kunci penelitian: latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil utama, dan kesimpulan atau implikasi penting. Panjang abstrak biasanya dibatasi, umumnya antara 150-250 kata, tergantung pada kebijakan jurnal SINTA yang dituju. Bahasa yang digunakan harus lugas, jelas, dan menghindari penggunaan singkatan yang tidak umum atau kutipan. Kata kunci (keywords) yang dipilih juga memiliki peran strategis dalam memudahkan mesin pencari dan peneliti lain menemukan artikel Anda. Kata kunci yang relevan dan spesifik akan meningkatkan visibilitas artikel dalam basis data ilmiah. Sebaiknya pilih 3-5 kata kunci yang paling mewakili topik utama penelitian. Hindari kata kunci yang terlalu umum atau terlalu spesifik sehingga sulit dicari. Pemilihan kata kunci yang tepat seringkali merupakan kombinasi dari konsep inti, metodologi, dan area aplikasi penelitian. Beberapa jurnal mungkin memiliki pedoman khusus mengenai format penulisan abstrak, seperti penggunaan kalimat pasif atau penekanan pada temuan kuantitatif. Memastikan abstrak dan kata kunci Anda informatif, ringkas, dan sesuai dengan kaidah jurnal SINTA yang dituju akan sangat berkontribusi pada keberhasilan publikasi.
Format Kutipan dan Daftar Pustaka Sesuai Standar
Konsistensi dalam penulisan kutipan dan daftar pustaka adalah salah satu aspek krusial yang seringkali menjadi perhatian utama dalam proses peninjauan naskah jurnal, termasuk jurnal yang terindeks SINTA. Sistem sitasi yang paling umum digunakan dalam penulisan ilmiah adalah gaya APA (American Psychological Association) atau gaya Harvard, namun setiap jurnal SINTA mungkin memiliki preferensi spesifik. Gaya APA, misalnya, menempatkan nama penulis dan tahun publikasi di dalam teks (misalnya, (Smith, 2020)). Jika mengutip langsung, nomor halaman juga harus disertakan (misalnya, (Smith, 2020, hlm. 45)). Daftar pustaka yang mengikuti gaya APA akan mencantumkan semua sumber yang dikutip dalam artikel, diurutkan berdasarkan abjad nama belakang penulis. Setiap entri daftar pustaka harus berisi informasi lengkap seperti nama penulis, tahun publikasi, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor isu, dan nomor halaman, atau informasi yang relevan untuk jenis sumber lain seperti buku atau laporan. Penting untuk memeriksa panduan penulis dari jurnal SINTA yang dituju karena beberapa jurnal mungkin mengadopsi gaya sitasi lain seperti Chicago, MLA, atau gaya numerik. Kesalahan dalam format sitasi, seperti ketidaksesuaian antara kutipan dalam teks dan daftar pustaka, atau format yang tidak standar, dapat dianggap sebagai ketidakprofesionalan dan berpotensi menyebabkan penolakan naskah. Oleh karena itu, penggunaan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote sangat disarankan untuk membantu mengelola dan memformat sitasi serta daftar pustaka secara otomatis dan akurat sesuai dengan gaya yang diminta oleh jurnal SINTA.
Penggunaan Tabel dan Gambar yang Sesuai
Penyajian data melalui tabel dan gambar merupakan elemen penting dalam artikel ilmiah untuk menyampaikan informasi secara visual dan mudah dipahami. Jurnal SINTA umumnya memiliki pedoman ketat mengenai format dan penyajian tabel serta gambar. Tabel harus disajikan dengan jelas, menggunakan garis horizontal untuk memisahkan judul tabel, header kolom, dan isi tabel, serta garis horizontal di bagian bawah tabel. Hindari penggunaan garis vertikal yang berlebihan. Setiap tabel harus memiliki nomor tabel yang berurutan (misalnya, Tabel 1, Tabel 2) dan judul yang deskriptif serta ringkas, ditempatkan di atas tabel. Catatan kaki pada tabel dapat digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai singkatan atau simbol yang digunakan.
Gambar, termasuk grafik, diagram, dan foto, juga harus diberi nomor urut (misalnya, Gambar 1, Gambar 2) dan judul yang jelas, ditempatkan di bawah gambar. Resolusi gambar harus cukup tinggi agar detailnya terlihat jelas saat dicetak atau dilihat di layar. Jika gambar diambil dari sumber lain, izin dari pemilik hak cipta harus diperoleh dan sumbernya harus dikreditkan dengan benar dalam teks dan daftar pustaka. Pastikan semua tabel dan gambar relevan dengan isi artikel dan mendukung argumen yang disajikan. Dalam beberapa kasus, jurnal SINTA mungkin meminta format file tertentu untuk gambar, seperti TIFF atau EPS, untuk memastikan kualitas cetak yang optimal. Memperhatikan detail-detail ini akan membantu naskah Anda memenuhi standar profesionalisme yang diharapkan oleh jurnal SINTA.
Pentingnya Bahasa Ilmiah dan Tata Bahasa yang Benar
Kualitas bahasa dan tata bahasa yang baik adalah cerminan dari profesionalisme dan kredibilitas seorang penulis ilmiah. Jurnal SINTA, sebagai indeks jurnal ilmiah nasional yang memiliki standar kualitas, sangat menekankan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta gaya penulisan ilmiah yang lugas dan objektif. Hindari penggunaan bahasa sehari-hari, ungkapan emosional, atau kalimat yang ambigu. Setiap kalimat harus disusun secara logis dan koheren, dengan penggunaan istilah teknis yang tepat dan konsisten. Tata bahasa, ejaan, dan tanda baca yang benar adalah mutlak.
Kesalahan dalam aspek ini dapat mengganggu alur pembacaan dan mengurangi kepercayaan terhadap isi penelitian. Oleh karena itu, proses penyuntingan dan koreksi sangat penting sebelum naskah diserahkan ke jurnal. Banyak penulis ilmiah memilih untuk menggunakan jasa editor profesional atau meminta rekan sejawat yang ahli dalam bahasa untuk meninjau kembali naskah mereka. Selain itu, penting untuk memahami bahwa setiap jurnal SINTA mungkin memiliki preferensi gaya penulisan tertentu, misalnya dalam penggunaan kalimat aktif atau pasif, serta dalam penyajian data statistik. Membaca artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal SINTA yang dituju dapat memberikan gambaran yang baik mengenai gaya bahasa yang diharapkan. Kualitas bahasa yang tinggi tidak hanya meningkatkan daya tarik artikel, tetapi juga memastikan bahwa temuan penelitian Anda tersampaikan dengan jelas dan akurat kepada audiens ilmiah.
Proses Submit dan Review di Jurnal SINTA
Memahami proses submit dan review di jurnal SINTA adalah langkah krusial untuk memastikan kelancaran publikasi. Setiap jurnal SINTA memiliki sistem manajemen editorial sendiri, yang biasanya diakses melalui platform Open Journal Systems (OJS) atau sistem serupa. Penulis perlu mendaftar sebagai pengguna di platform tersebut, kemudian mengikuti alur submit naskah yang telah disediakan. Sebelum submit, sangat penting untuk membaca dan memahami “Panduan Penulis” atau “Instructions for Authors” yang disediakan oleh jurnal. Panduan ini akan merinci semua persyaratan format, gaya penulisan, struktur artikel, dan informasi penting lainnya yang harus dipatuhi. Setelah naskah diunggah, biasanya akan melalui tahap pemeriksaan awal oleh editor untuk memastikan kesesuaian dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, serta kelengkapan format. Jika lolos pemeriksaan awal, naskah akan dikirimkan ke reviewer independen untuk dinilai substansi ilmiahnya. Proses review ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada ketersediaan reviewer dan kompleksitas penelitian. Hasil review umumnya akan berupa keputusan: diterima tanpa revisi, diterima dengan revisi minor, diterima dengan revisi mayor, atau ditolak. Jika ada permintaan revisi, penulis harus menanggapi setiap komentar reviewer secara konstruktif dan sistematis dalam dokumen tanggapan (response letter), serta melakukan perubahan yang diperlukan pada naskah. Setelah revisi disetujui, naskah akan memasuki tahap produksi dan akhirnya dipublikasikan. Mempersiapkan naskah sesuai panduan jurnal SINTA sejak awal akan mempercepat proses ini dan meningkatkan peluang keberhasilan publikasi.
Kesimpulan
Memformat artikel ilmiah sesuai dengan standar jurnal SINTA yang benar adalah langkah fundamental yang tidak bisa diabaikan dalam proses publikasi. Mulai dari struktur IMRAD yang jelas, penulisan abstrak dan kata kunci yang ringkas namun informatif, hingga konsistensi dalam kutipan dan daftar pustaka, semuanya berkontribusi pada profesionalisme dan kredibilitas karya ilmiah Anda. Penyajian tabel dan gambar yang akurat serta penggunaan bahasa ilmiah yang baik dan benar juga menjadi penentu utama dalam penerimaan naskah. Memahami alur proses submit dan review di jurnal SINTA, serta mematuhi panduan penulis yang disediakan, akan mempermudah jalan Anda menuju publikasi. Dengan persiapan yang matang dan perhatian terhadap detail format, peluang naskah Anda untuk diterima di jurnal SINTA yang terindeks akan semakin besar, sekaligus meningkatkan visibilitas dan dampak penelitian Anda di kalangan akademisi dan masyarakat ilmiah.
FAQ:
1. Apa saja bagian utama yang harus ada dalam artikel ilmiah yang akan disubmit ke jurnal SINTA?
Artikel ilmiah yang akan disubmit ke jurnal SINTA umumnya mengikuti struktur IMRAD, yang terdiri dari Pendahuluan (Introduction), Metode (Methods), Hasil (Results), dan Diskusi (Discussion). Selain itu, komponen penting lainnya meliputi Judul, Abstrak, Kata Kunci, dan Daftar Pustaka. Beberapa jurnal mungkin juga meminta bagian seperti Latar Belakang, Tinjauan Pustaka (yang bisa terintegrasi dalam Pendahuluan), dan Kesimpulan yang terpisah.
2. Bagaimana cara memastikan format kutipan dan daftar pustaka sesuai dengan standar jurnal SINTA?
Cara terbaik untuk memastikan format kutipan dan daftar pustaka sesuai adalah dengan merujuk pada “Panduan Penulis” atau “Instructions for Authors” yang disediakan oleh jurnal SINTA yang dituju. Jurnal-jurnal ini biasanya menentukan gaya sitasi yang harus diikuti, seperti APA, Harvard, atau gaya numerik. Penggunaan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero sangat disarankan untuk membantu memformat sitasi dan daftar pustaka secara otomatis dan konsisten sesuai dengan gaya jurnal.
3. Apakah ada batasan jumlah kata untuk abstrak dalam artikel jurnal SINTA?
Ya, umumnya ada batasan jumlah kata untuk abstrak dalam artikel jurnal SINTA. Batasan ini bervariasi antar jurnal, tetapi umumnya berkisar antara 150 hingga 250 kata. Abstrak harus mampu merangkum seluruh esensi penelitian, termasuk latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan, dalam format yang padat dan informatif.
4. Di mana saya bisa menemukan template penulisan untuk jurnal SINTA?
Banyak jurnal SINTA yang menyediakan template penulisan artikel di situs web mereka. Anda bisa mencarinya di bagian “Panduan Penulis” atau “For Authors” pada halaman jurnal yang Anda minati. Selain itu, berbagai penyedia layanan publikasi juga seringkali menawarkan template gratis untuk berbagai tingkatan jurnal SINTA yang dapat diunduh.
Key Points:
- Kepatuhan terhadap struktur artikel ilmiah yang umum seperti IMRAD dan detail format lainnya yang spesifik pada panduan penulis jurnal SINTA merupakan langkah awal krusial untuk meningkatkan peluang penerimaan naskah.
- Abstrak yang ringkas, informatif, dan kata kunci yang relevan sangat penting untuk menarik pembaca serta meningkatkan visibilitas artikel dalam basis data ilmiah.
- Konsistensi dan akurasi dalam format kutipan dan daftar pustaka, seringkali mengikuti gaya APA atau gaya lain yang ditentukan jurnal, adalah indikator profesionalisme yang dinilai tinggi oleh editor dan reviewer.
- Penyajian data visual melalui tabel dan gambar yang jelas, serta penggunaan bahasa ilmiah yang baik, tata bahasa yang benar, dan ejaan yang akurat, secara signifikan memengaruhi persepsi kualitas dan kredibilitas penelitian yang diajukan.